Mutu Pendidikan Islam dalam Berbagai Pespektif

Mutu Pendidikan Islam dalam Berbagai Pespektif

Oleh Prof. Dr. Baharuddin, M. Pd.I

 

Dari tahun ke tahun, masyarakat kita semakin sadar dan cerdas dalam menilai kualitas lembaga pendidikan Islam. Semakin derasnya informasi yang dapat diakses dari mana saja (ruang sosial hingga ruang virtual), membentuk pemikiran kritis di kalangan masyarakat untuk menilai keberadaan layanan lembaga pendidikan Islam yang bermutu. Pertanyaannya, karakteristik mutu pendidikan Islam yang seperti apa yang dinggap terbaik di mata masyarakat?

Perkembangan pemikiran dan ekspektasi yang selalu meninggi dalam kualitas dunia pendidikan Islam di kalangan masyarakat melahirkan tuntutan mutu sekolah/madrasah yang lebih baik. Dari konteks tersebut, berbicara mengenai mutu memang bukanlah sebuah persoalan sederhana. Ada berbagai perspektif mengenai hakekat mutu pendidikan Islam, misalnya: (1) mutu diidentifikasi sebagai adanya kecocokan kurikulum yang disusun sebuah lembaga pendidikan Islam dengan kebutuhan masyarakat (fitness for use). Dalam perspektif tersebut, dapat dipahami bahwa mutu yang baik dimaknai sebagai apapun sistem pendidikan yang dilaksanakan di lembaga pendidikan Islam asalkan alumni (output) terserap di berbagai lapangan pekerjaan.

Masyarakat sudah mengakui kualitas dan kompetensi dari lulusan lembaga pendidikan Islam tersebut, meskipun masyarakat belum tentu mengetahui sistem pendidikan apa yang diterapkan. Hal ini berarti mutu merupakan persoalan performansi dan kompetensi para lulusan ketika sudah menyelesaikan studi di lembaga pendidikan Islam dan kembali ke masyarakat.

Dalam perspektif yang lain, mutu juga dikaitkan dengan kepuasan total (full customer satisfaction).para pengguna layanan pendidikan Islam. Dalam konteks tersebut, mutu didefinisikan sebagai bentuk pelayanan maksimal sehingga pelanggan dunia pendidikan (siswa, mahasiswa, guru, dosen, masyarakat luas, dan sebagainya)  merasakan kepuasaan. Orientasi kepuasaan tersebut dapat diidentifikasi bahwa pelanggan merasa senang, nyaman, terikat, bahkan loyal atau fanatik dengan lembaga pendidikan Islam yang kita kelola. Menciptakan nilai tersendiri (diferensiasi) dalam mengelola lembaga pendidikan Islam menjadi kunci dalam memenangkan persaingan dalam pengelolaan sekolah/madrasah.

Belakangan perbincangan mengenai mutu pendidikan Islam juga dimeriahkan dengan konsep

conformance to requirement, yakni sebuah konsep mutu yang menekankan bahwa sebuah barang maupun jasa dikatakan bermutu apabila mampu menyamai atau bahkan melampai dari standar yang telah ditetapkan. Dalam konsep yang demikian itu, mutu layanan pendidikan Islam dianggap baik manakala sesuai dengan standar Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M), Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) ataukah  ISO 9001:2008. Bila konsepsi mutu yang seperti ini diterapkan, maka semua prosedur, nilai kelembagaan, hingga konsepsi pengembangan mutu yang diterapkan selalu mengacu kepada sistem  yang dikeluarkan oleh lembaga yang dianggap memiliki akuntabilitas dan reputasi sangat baik dalam mengembangkan mutu.

Pada akhirnya, peningkatan mutu pendidikan Islam merupakan kebutuhan abadi bagi setiap stakeholders pendidikan. Kunci dari semua itu adalah apapun perspektif yang digunakan, sepatutnya harus dikawal dengan sikap istiqomah (konsisten) yang dijiwai continous improvement. Ini mengandung pengertian bahwa setiap perspektif mutu yang diambil harus menghasilkan kelebih baikkan daripada sebelumnya. Selain itu, jangan sampai lembaga pendidikan Islam mengalami sindrom la yahya wa la yamuut, suatu sindrom penyakit pengelolaan lembaga pendidikan Islam yang stagnan, tidak ada gairah dalam meningkatkan kualitas, dan menghabiskan biaya untuk hal yang tidak terkait dengan penguatan kelembagaan pendidikan Islam tersebut. Oleh karena itu, memahami mutu dalam konteks lembaga pendidikan Islam harus dimaknai secara utuh, dari sistem, paradigma hingga nilai-nilai filosofis yang menjadi kekuatan utamanya sehingga ke depan diharapkan dapat mengelola lembaga pendidikan Islam yang berkualitas sekaligus mampu menjawab kebutuhan zaman.