Menciptakan Budaya Organisasi yang Unggul di Lembaga Pendidikan Islam

Menciptakan Budaya Organisasi yang Unggul di Lembaga Pendidikan Islam

Oleh: Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I

Direktur Pascasarjana UIN Maliki Malang

 

Dalam setiap mengelola lembaga pendidikan Islam selalu terdapat filosofi kelembagaan yang didalamnya terdapat nilai dan kepercayaan organisasi. Keberadaan nilai dan kepercayaan organisasi tersebut meskipun tidak nampak secara kasat mata, namun sesungguhnya memiliki peran penting dalam membentuk konsep berfikir sekaligus sikap bertindak para pengelola lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi segala tantangan dan hambatan. Tak hanya itu, nilai dan kepercayaan organisasi juga digunakan untuk memupuk setiap kekuatan dan peluang dalam mengembangkan lembaga pendidikan Islam.

Nilai dan kepercayaan bagi setiap pengelola lembaga pendidikan Islam memiliki keragaman dan dinamika yang luar biasa. Hal ini dikarenakan setiap personalia lembaga pendidikan Islam memiliki persepsi dan respon yang berbeda dalam melihat berbagai aspek yang ada di lembaga pendidikan Islam. Oleh karena itu, agar keberagaman cara berfikir dan bersikap tersebut dapat mengntungkan organisasi maka perlu diikat dalam sebuah budaya organisasi.

Menciptakan budaya organisasi pada lembaga pendidikan Islam menjadi pondasi awal dalam membangun perekat sosial di antara para pengelola. Hal ini penting dilakukan dalam membentuk kesamaan identitas dan komitmen bersama sehingga arah pengembangan lembaga pendidikan Islam dapat dipahami semua pihak yang terkait (set mission). Sebenarnya budaya organisasi di lembaga pendidikan Islam juga dilakukan dalam merangka mengawal setiap lini manajemen baik itu dalam melakukan perubahan, mengaktualisasikan program kerja maupun menjaga mutu secara berkelanjutan. Ini mengandung arti bahwa budaya organisasi dilakukan akan selalu mewarnai dalam setiap tahapan pengelolaan lembaga pendidikan Islam.

Berbicara budaya organisasi dalam lembaga pendidikan Islam tidak terlepas dari kerangka ilmu ushul fiqh. Budaya organisasi dalam tinjauan ilmu fiqh sesungguhnya tidak lepas dari konsep “urf” yang memiliki makna sesuatu yang dipandang baik dan diterima oleh akal sehat. Berdasarkan pengertian tersebut, maka apa saja yang dipandang baik dan dikenal oleh semua pengelola lembaga pendidikan Islam sebagai sesuatu yang melekat dan menjadi kode etik organisasi, maka harus dilaksanakan.

Budaya organisasi menjadi aturan main yang membentuk perilaku para pengelola ketika berinteraksi dengan pengelola lain maupun masyarakat luas. Budaya organisasi bisa menjadi kekuatan tersembunyi dari lembaga pendidikan Islam manakala dijalankan dengan satu kesatuan yang utuh dan para pengelola bahu membahu meyakini, menerjemahkan dan mengimplementasi hal tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dan pertaruhan harga diri.

Ciri khas budaya organisasi yang paling melekat di lembaga pendidikan Islam adalah spirit ruhul jihad. Budaya organisasi ini menekankan pentingnya bekerja dan mengabdi di lembaga pendidikan Islam sebagai bagian dari jihad paling agung dalam Islam. Dalam konteks manajemen modern, ruhul jihad harus dioperasionalkan dalam aspek yang lebih spesifik. Sebagian pengelola lembaga pendidikan Islam masih memandang bahwa ruhul jihad masih sebatas kepada pengajaran dan pendidikan. Sementara aspek yang lain seperti penjamina mutu (quality assurance), pelayanan yang memuaskan (customer sastisfaction) dan sebagainya, nampaknya masih belum ada perhatian khusus.

Di era sekarang, memperjuangkan budaya organisasi yang unggul dalam lembaga pendidikan Islam merupakan sebuah pertaruhan dan kebutuhan. Berbicara kualitas lembaga pendidikan Islam dari zaman ke zaman akan menghadapi kompleksitas permasalahan yang beragam dan kian rumit. Oleh karena itu, ruhul jihad sebagai salah satu core values budaya organisasi harus terus dipertahankan dan dikembangkan implementasinya dalam berbagai aspek dalam mengelola lembaga pendidikan Islam. Maka sudah sepestinya menjadikan Ruhul jihad is power, yakni ruhul jihad sebagai kekuatan utama dalam membawa lembaga pendidikan Islam lebih maju dan beradab. Apalagi kalau kemudian prinsi ruhul jihad dibudayakan dan ditransformasikan (sharing ruhul jihad is more powerful) dalam kehidupan sehari-hari yang mewarnai setiap elemen manajerial lembaga pendidikan Islam, tentu hal itu akan membawa tsunami perubahan yang produktif bagi pengembangan lembaga pendidikan Islam dalam mencetak mutu pendidikan Islam yang unggul, unggul dan unggul.