Pendidikan idealnya mampu menyediakan lingkungan yang memungkinkan siswa didik untuk mengembangkan kesadaran diri, potensi, bakat dan kemampuan positif lainnnya secara optimal, sehingga mereka mampu mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pribadinya dalam menyelesaikan setiap problem yang mereka hadapi dalam kehidupan bermasyarakat.
Sebagian peserta didik atau anak-anak mungkin membutuhkan lingkungan dengan struktur yang ketat dan dapat mengarahkannya tetapi mungkin sebagian yang lain lebih cocok dengan situasi yang longgar. Oleh karena itu pemberian tambahan pelajaran karakter atau menambah porsi pada kegiatan ekstakulikuler sekolah diharapkan mampu melatih, membersihkan dan menjaga kemurnian kasadaran para siswanya. Memastikan mereka sebagai generasi penerus yang tumbuh tanpa mengenal referensi hidup yang negatif (kekerasan, korupsi, perkosaan, perselingkuhan dll), tetapi mereka mengenal referensi yang positif (kasih sayang, rukun, kerjasama, saling menghormati, harmonis, humanis, disiplin, bertanggungjawab, prestasi dll).
Kegiatan ekstrakuler kepada siswa diharapkan mampu memberikan pengalaman hidup yang mereka butuhkan, melalui kegiatan ekstrakurikuler memberikan sumbangan yang berarti bagi siswa untuk mengembangkan minat-minat baru, menanamkan tanggung jawab sebagai warga negara, melalui pengalaman pembentukan karakter kerja sama, kemandirian, disiplin, toleran dan membangun karakter-karakter positif lainnya, jangan biarkan mereka mencari sendiri ruang ekspresi diri tanpa pengarahan dari guru, orang tua dan lingkungan sekitar.
Penambahan kegiatan pembinaan Karakter
Usia pelajar adalah usia yang penuh energi, meraka dalam tahap pencarian jatidiri, mereka butuh wadah untuk mengekspresikan diri, pengakuan dari kelompok, butuh perhatian, mereka penuh petualangan. Pelajar butuh ruang ekspresi diri, jika tidak diwadahi mereka akan melampiaskannya dengan tanpa pengawalan, tanpa pendampingan dan bisa berakibat mereka negatif ke diri mereka sendiri, bahkan merugikan orang lain, oleh karena itu perlu diberikan kegiatan ekstrakulikuler bagi para pelajar.
Kegiatan ekstrakulikuler di sekolah merupakan kegiatan tambahan di luar jam formal dikelas, jika dinilai kegiatan belajar di kelas dirasa masih kurang, maka perlu adanya kegiatan tambahan yaitu kegiatan ekstrakulikuler yang orientasinya bukan hanya kepada pengembangan bakat mereka, tetapi kepada pembinaan karakter mereka. Ekskul diharapkan mampu melatih respon positif, dan sekaligus respon spontan peserta didik dalam memecahkan problem yang mereka hadapi, dengan kata lain mereka mempunya akhlaq (budi pekerti) yang baik, sehigga diharapakan mereka tidak lagi mudah marah, gampang tersinggung, intoleran, egois dan lain sebagainya. Ekskul diharapkan menjadi alternatif untuk mengurangi tindak atau perilaku negatif pelajar, misalnya: tawuran, gang motor pelajar, perilaku seks bebas, narkoba dan lain sebagainya.
Mengingat banyaknya problem moralitas, dan mentalitas yang menimpa bangsa ini, maka perlu pada sekolah-sekolah yang ada, baik tingkat dasar (SD), tingkat menengah (SMP) maupun tingkat atas (SMA) perlu diberikan kegiatan ektrakulikuler untuk pembinaan karakter/kepribadian anak. Pada masa anak-anak dan remaja, kepribadian mereka masih dalam tahap pencarian, perkembangan dan sifatnya labil, gampang dipengaruhi oleh lingkungan, gampang dipengaruhi oleh tanyangan-tanyangan negatif dari TV, internet, gang-gang anak muda, tawuran, narkoba, seks bebas dan lain sebagainya, oleh karena itu butuh perhatian lebih, dalam rangka mengawal perkembangan kepribadian generasi bangsa ini.
Metode Pembiasaan
Pembinaan karakter maupun kepribadian tidaknya gampang, dan tidaklah singkat. Butuh proses lama untuk membentuk karakter/kepribadian yang baik pada seseorang, oleh karena itu pembinaan karakter harus dilakukan sejak dini dan harus mendapat porsi tambahan dari jam pelajaran di kelas (ekstrakulikurer).
Untuk membentuk karakter yang baik pada anak, diperlukan pembiasaan-pembiasaan perilaku yang positif, dalam hal ini peran guru dan orang tua sangat penting dalam mengawal kebiasaan yang dilakukan anak. Peran orang tua dan guru hendaklah mampu menjadi model yang ideal yang bisa mereka contoh, dari perilakunya, tutur katanya dan lain sebagainya.
Anak dalam kegiatan ekstrakuler ini dilatih untuk mempunyai respon reflek dengan baik dalam memecahkan setiap masalah yang mereka hadapi, hal ini butuh latihan dan pembiasaan dalam pengawalan guru dan orang tua.
Harapan dari kegiatan ektrakulikuler ini, nantinya anak mempunyai kecerdasan sosial, moralitas, arif dan bijaksana dalam menghadapi dan memecahkan problem yang mereka hadapi, bahkan problem yang dihadapi bangsa ini. Semoga dikemudian hari, generasi penerus ini mampu memberantas; korupsi, perampokan, pembunuhan, narkoba, dan prilaku menyimpang lain yang ada di masyarakat..Amin
Categories: Artikel Dosen

Leave a Reply